Berak berdarah, penyebab dan mengobatinya

Berak berdarah, penyebab dan mengobatinya –┬áSudah banyak yang beranggapan pendarahan saat buang air besar sesuatu yang biasa saja dan tidak usah di pikirkan. Kondisi ini sering sekali dirahasiakan oleh banyak orang dan mereka beranggapan ini merupakan aib.

Dan akibatnya banyaknya yang mengalami ini hanya membicarakan penyakit ini tanpa mereka mendapatkan perawatan di rumah sakit merasa itu hanya sembelit atau gejala wasir semata.

Kebanyakan orang mencoba memebeli obat di apotek dan merawat sendiri melalui metode alternaif yang ada. Banyak penderita yang belum siap bertemu dokter untuk mengidentifikasi penyebab masalah berak berdarah ini, ada yang merasa malu dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini.

Meski pendarahan saat buang air besar dikategorikan sebagagai masalah yang biasa terutama dalam kalangan individu berusia di atas 40 tahun. Kebiasaan ini jangan di lanjutkan dan harus segera ditangani. Berak berdarah akan menjadi penanda penyakit yang lebih serius lagi seperti kanker usus dan perut.

Jika penyakit ini lambat di obati akan sangat dramatis lagi, sebab bisa mengakibtkan penyakit lainnya muncul seperti kencing berdarah, kanker rahim, dan penyakit jantung. Pendarahan akan mengakibatkan penderita mengalami kekurangan darah, sebab darah yang di keluarkan sangat banyak sekali.

Badan internasional atau para ahli medis, mengatakan bahwa penyebab terjadinya pendarahan saat buang air besar, salah satunya sudah paling biasa ialah wasir atau ambeien. Penyabab utama dari wasir adalah pembuluh darah yang menjadi banatk di bagian anus. Pendarahan ini akan sering sekali terjadi di kalangan pasien yang mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar. Darah yang keluar berwarna merah segar dan menetes setelah membuang kotoran. Darah tidak bercampur dengan kotoran tinja. Pasien akan merasa benjolan seperti bengkak dan licin pada dubur. Pasien akan merasakan gatal, sakit, dan perih.

Baca Juga  Ambeien ringan

Berak berdarah, penyebab dan mengobatinya

Penderita yang memiliki masalah sembelit akan mendapat luka di bagian anus, sering sekali darah dari luka yaitu darah merah segar keluar dan merasakan sakit pada anus dan sering pendarahan akan berhenti.

Pasien akan mengetahui jika pasien membersihkan dubur dengan menggunakan tisu pada saat akan menyelesaikan buang air besar. Penyabab yang lain ialah divertikum yaitu kantong kecil yang ada pada bagian usus besar.

Biasanya pendarahan ini akan selesai akan di akhiri dengan keluar darah yang segar dan terang. kadangkala darah yang keluar bercampur dengan lendir yang bau. pasien akan sering sekali melakukan buang air besar di karenakan sudah ada tumor di bagian usus dalam.

Pengobatan berak berdarah

Berak berdarah disebabkan oleh wasir dalam (internal hemorroid) dan dapat diobati dengan menggunakan obat-obatan tanpa operasi jika wasir ditahap awal. Jika memasuki tahap yang lebih serius (wasir menonjol keluar dari dubur) maka harus di rawat dengan metode operasi.

Tetapi, jika penyakit ini di kategorikan dengan kanker usus, maka anda akan menjalani operasi major sebelum dibantu oleh perawatan medis seperti kemoterapi.

Sebaiknya pasien melakukan gastroenterologi ke dokter. Tindakan ini lebih baik akan memberi peluang awal dojter mendeteksi penyebab yang menyebabkan pendarahan. Untuk memberikan harapan yang lebih jelas kepada pasien.

Banyak di kalangan masyarakat menderita atau mengalami pendarahan najis dalam jumlah yang sedikit, tetapi masih banyak yang tidak merujuk ke dokter. Penundaan untuk bertemu sakaligus konsultasi dapat menyebabkan masalah yang lebih rumit. Berbagai jenis pengobatan untuk mendeteksi penyebab usus berdarah. Di antaranya dengan pemeriksaan melalui endoskopi, kolonoskopi dan sigmoidoskopu yang berfungsi untuk mencari penyebab dari pendarahan dalam tinja.

Baca Juga  Resep makanan untuk penderita ambeien agar cepat sembuh

Untuk pendarahan hitam di sebabkan oleh perut atau usus kecil, maka endoskopu di lakukan melalui mulut. Endoskopi merupakan alat yang berbentuk tabung yang ujungnya berukuran sekitar 1,5 cm. Kemungkinan dokter bisa melihat dengan jelas, supaya dokter bisa mendianogsa penyakit yang di derita oleh Anda.

Prosedur kolonoskopi dalam usus besar

Prosedur ini dibutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Penderita disarankan mengurangi konsumsi bahan makanan yang berserat seperti sayuran, buah-buhan, dagung dan bahan susu. dua hari sebelum prosedur, Penderita juga di sarankan untuk puasa atau menahan lapar gunanya untuk menggontor semua bakteri yang sudah masuk. Penderita juga di anjurkan untuk meminum seperti sup kosong pada saat malam hari.

Pasien akan di beri obat minum dan satu liter air hangat, biasanya di konsumsi pada jam 7-9 malam untuk mencuci usus dari segala kotoran. Untuk prosedur yang selanjutnya, pasien akan di beri obat tidur di pagi hari, berfungsi untuk pembunuh rasa sakit secara suntikan sebelum prosedur.

Prosedur ini dapat memakan waktu yang cukup lama sekitar 15-45 menit. jika tidak, pasien akan kesulitan melalui keseluruhan rektum dan usus besar. Pasien akan merasakan ketidak nyamanan karena sakit. Prosedur ini harus memasukan udara kedalam usus untuk mendapatkan pandangan dinding usus.

Prosedur ini di lakukan supaya penderita tidak mengalami rasa sakit atau ketidak nyamanan pada saat aktivitas. Prosedur akan berjalan baik jika penerapan yang tepat, jika prosedur ini tidak berjalan baik maka dokter akan mengambil solusi untuk mencuci semua bagian dalam pertu untuk mengeluarkan kotoran.

Nutrisi

Penyebab utama dari usus berdarah ialah najis keras ketika bergesekan dengan dinding usus, maka akan terkait erat dengan gizi seimbang. Maka di sarankan untuk pasien untuk mengambil makanan yang seimbang untuk melancarkan proses ekskresi.

Baca Juga  Keluar darah dari dubur, Mengapa ?

Pasien juga di sarankan untuk mengurangi makanan pedas, melebihi konsumsi sayuran, buah-buahan dan makanan yang berminyak. Disarankan untuk penderita mengonsumsi air putih dalam satu hari maksimal 15 gelas, untuk melunakan tinja yang keras.